Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Dorong 1 Bank Himbara Jadi Bank Kliring Renminbi

Bank Indonesia (BI) menargetkan pembentukan bank kliring renminbi (RMB) di Indonesia mulai beroperasi paling lambat pada kuartal IV-2026. People's Bank of China (PBoC) telah menetapkan Bank of China sebagai bank kliring pertama, sementara BI sedang mendorong satu bank nasional dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menjadi bank kliring kedua. Penunjukan ini mengacu pada Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 24 Tahun 2026 tentang rekomendasi bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD).

Keberadaan bank kliring renminbi diharapkan memastikan ketersediaan likuiditas mata uang China di pasar domestik, sekaligus mendorong transaksi rupiah dengan renminbi. Langkah ini dinilai penting mengingat meningkatnya aktivitas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China.

Permintaan renminbi di pasar domestik tumbuh sangat pesat. Hingga Juli 2026, nilai transaksi renminbi mencapai setara US$38,9 miliar, hampir menyamai proyeksi tahunan BI sebesar US$40 miliar. Lonjakan ini menjadi salah satu alasan utama BI mempercepat pembentukan bank kliring renminbi untuk meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan, investasi, dan pembiayaan bilateral.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait