BI Guyur Insentif Rp 446,5 T ke Perbankan hingga Awal Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah mengalokasikan dana senilai Rp 446,5 triliun ke perbankan melalui Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga Agustus 2026. Pengalokasian terdiri atas Rp 368,4 triliun melalui financing channel, Rp 73,2 triliun melalui interest rate channel, dan Rp 4,9 triliun melalui financing to funding channel. Kebijakan ini bertujuan menstimulasi penyaluran kredit ke sektor prioritas sesuai program pemerintah. Ketahanan sektor perbankan tetap terjaga dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 23,7 persen pada Juni 2026. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah yakni 2,09 persen bruto dan 0,82 persen neto pada Juli 2026. Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL per DPK) stabil sebesar 23,1 persen pada Juli 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.20
BI Soroti Kredit UMKM Baru Tumbuh 1,62%, Bankir Diminta Lebih Agresif
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 17.45
Kredit Perbankan Melesat 13,58 Persen, BI Kucurkan Insentif Rp 446,5 Triliun
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.30
Data BI: Kredit Perbankan Juli 2026 Melesat 13,58%
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.05
BTN (BBTN) Rampungkan Pengalihan Aset Kredit dari SMBC Indonesia
Berita terkait
Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun, Bos BI Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.09
OJK Sumut Catat Aset Bank Umum Capai Rp371,1 Triliun
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.40
BI Catat Uang Beredar Rp10.448 T di Agustus, Kredit Tumbuh Kencang
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.27
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.40