Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun, Bos BI Ungkap Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia mencatat fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp 2.548 triliun per Juli 2026. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya permintaan kredit sektor swasta yang sebelumnya didominasi aktivitas pemerintah, serta kecenderungan perbankan menempatkan likuiditas pada surat berharga seperti SBN dan SRBI daripada menyalurkannya sebagai kredit.
Untuk mengatasi hal ini, BI menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif melalui Giro Wajib Minimum (GWM) guna mendorong bank lebih aktif menyalurkan kredit. Hasilnya, pertumbuhan kredit Agustus 2026 meningkat menjadi 13,6%, terutama pada kredit investasi dan modal kerja di sektor produktif, yang menandakan peningkatan aktivitas ekonomi swasta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.45
BI Catat Uang Beredar Capai Rp 10.448 Triliun, Efek Kredit Tumbuh Pesat
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.40
Perbankan Nasional Masih Solid, BI: NPL Berada di Level 2,1%
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 18.03
BI: Uang beredar M2 Agustus 2026 tumbuh 8,2 persen capai Rp10.448,1 T
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.40
OJK Sumut Catat Aset Bank Umum Capai Rp371,1 Triliun
Berita terkait
BI Kembalikan Dana ke Perbankan Rp 440 T, Ini Alasannya
Detik.com · 14 September 2026 pukul 13.03
BI Telah Guyur Likuditas Rp461,2 Triliun ke Bank
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.29
Bos OJK Minta Bank Cek Kemampuan Debitur Sebelum Naikkan Bunga Kredit
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 17.40
Kredit Bank Rp2.548 Triliun Belum Dipakai, OJK Ungkap Alasannya
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 12.58