BI: Jatim punya modal besar perkuat ekonomi syariah nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menilai Jawa Timur memiliki modal besar untuk memperkuat ekonomi syariah nasional. Hal ini didukung oleh populasi Muslim mencapai 40,09 juta jiwa (97,33%) serta keberadaan 7.347 pesantren dengan lebih dari 660 ribu santri yang menjadi penggerak utama ekosistem ekonomi syariah.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, BI Jatim melakukan pendampingan terhadap 463 pondok pesantren dalam pengembangan unit usaha, fasilitasi sertifikasi halal bagi lebih dari 2.000 pelaku usaha, serta pengembangan Zona Halal Assurance System (HAS). Upaya ini bertujuan mengintegrasikan UMKM, pembiayaan syariah, dan instrumen sosial seperti wakaf agar menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Penguatan ini menjadi fokus Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya pada 21–27 September. Target utamanya adalah menjadikan Jawa Timur bukan sekadar pasar, melainkan bagian penting dari pengembangan rantai nilai halal (halal value chain) yang inklusif dan berkelanjutan bagi ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 September 2026 pukul 17.33
BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
JawaPos · 26 September 2026 pukul 16.15
FESyar Regional Jawa 2026 Digelar, BI Jatim Bawa Tiga Inovasi Baru
Berita terkait
Pembiayaan Syariah Perbankan Capai Rp720 T, BI Siapkan Amunisi Baru
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.35
BI nilai Indonesia perlu perkuat keuangan syariah agar tak tertinggal
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 20.54
BI sebut nilai ekonomi syariah semakin relevan secara global
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 20.10
BSI International Expo Kembali Digelar, Bidik Bisnis 30%
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 20.00