BI sebut nilai ekonomi syariah semakin relevan secara global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia menyatakan bahwa nilai-nilai ekonomi dan keuangan syariah semakin relevan secara global karena menekankan tiga prinsip utama: inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan hal ini terlihat pada penerimaan produk syariah seperti sukuk global dan ritel yang dibeli tidak hanya oleh negara-negara Muslim, serta produk modest fashion dan halal yang diminati konsumen luas. Prinsip inklusivitas memastikan akses terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, keberlanjutan mendorong pelestarian lingkungan, dan keadilan (fairness) memastikan distribusi manfaat dan risiko yang adil serta perlindungan konsumen yang baik.
Destry menekankan bahwa kombinasi ketiga prinsip ini tidak hanya relevan bagi komunitas Muslim, tetapi juga semakin diadopsi dalam praktik bisnis dan produk keuangan konvensional. Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah diproyeksikan dapat memperluas pasar produk halal dan pembiayaan syariah, sekaligus memperkuat praktik ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.
Pernyataan ini disampaikan Destry dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, menandakan komitmen pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengembangkan sektor ini sebagai bagian integral dari perekonomian nasional dan global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 26 September 2026 pukul 17.33
BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 20.28
67 Juta Orang Pakai QRIS, Bagaimana Nasib Uang Tunai?
Berita terkait
BI: Jatim punya modal besar perkuat ekonomi syariah nasional
ANTARA News · 26 September 2026 pukul 18.52
BI dan Bank Sentral Timor-Leste perkuat kerja sama sistem pembayaran
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 11.43
bank bjb Raih Anugerah Inovasi Pengembangan Ekonomi dan UMKM
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.45
Top! BRI Raih Pengakuan dalam Menjalankan Prinsip Keberlanjutan
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.45