Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Kucurkan Insentif ke Perbankan Rp446,5 T hingga Awal Agustus

Bank Indonesia (BI) mencatat insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun hingga pekan pertama Agustus 2026. Insentif ini disalurkan melalui tiga saluran kebijakan: financing channel sebesar Rp368,4 triliun, interest rate channel sebesar Rp73,2 triliun, dan financing to funding channel sebesar Rp4,9 triliun. Kucuran insentif tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan untuk mendukung penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Sementara BI Destry Damayanti menyatakan bahwa meskipun mendapatkan dukungan likuiditas signifikan, ketahanan industri perbankan tetap kuat. Pada Juni 2026, rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan mencapai 23,70 persen, menunjukkan kemampuan bank menanggung kerugian yang baik. Sementara itu, tingkat Non-Performing Loan (NPL) tetap rendah dengan nilai 2,09 persen secara bruto dan 0,82 persen secara neto.

Pada Juli 2026, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) perbankan stabil di level 23,10 persen. Destry menyampaikan bahwa secara umum, aktivitas intermediasi perbankan terus mengalami peningkatan, didukung oleh ketahanan sektor perbankan yang terjaga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait