BI Pastikan Transaksi Spot Tetap Jadi Senjata Utama Jaga Stabilitas Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah melalui transaksi spot, meskipun penggunaan instrumen Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) terus diperkuat. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, menjelaskan bahwa tidak ada target komposisi tertentu antara ketiga instrumen tersebut. Penggunaan setiap instrumen disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasi moneter BI secara dinamis.
Erwin menekankan bahwa berkurangnya porsi transaksi spot secara historis tidak berarti BI mengurangi komitmennya. Komposisi instrumen merupakan respons terhadap dinamika pasar. Ketika kebutuhan valuta asing di pasar spot tinggi dan supply-demand tidak seimbang, BI akan melakukan intervensi. Transaksi spot digunakan untuk kebutuhan valuta asing langsung, sementara NDF digunakan untuk penyelesaian di masa depan, terutama mengingat perbedaan jam perdagangan antara pasar domestik dan global.
BI juga memperkuat penggunaan DNDF dengan insentif sebesar 25% untuk tenor enam bulan dan 30% untuk tenor 12 bulan, untuk mendorong investor global melakukan hedging. Hingga 29 September 2026, rupiah melemah 7,74% secara year-to-date dibandingkan akhir 2025, dengan volatilitas sebesar 7,30%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.56
Bukan Melarang, Ini Alasan BI Batasi Pembelian Dolar AS
Berita terkait
BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.46
Cadangan Devisa Agustus Naik USD1,2 Miliar Ditopang Utang Luar Negeri
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 11.50
BI Fokus Jaga Rupiah di Tengah Situasi Higher for Longer, Destry Ungkap Strateginya
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.06
Gubernur BI Destry Resmi Dilantik, Ini Harapan Para Bankir
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.15