Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset

Bank Indonesia (BI) menjelaskan strategi menjaga stabilitas rupiah melalui tiga area utama: pengelolaan likuiditas, daya tarik aset rupiah, dan stabilitas nilai tukar serta suku bunga. Likuiditas ekspansif BI mencapai lebih dari Rp800 triliun, meliputi pembelian SBN sebesar Rp250-300 triliun. Kalibrasi SRBI menurunkan imbal hasil dari 7,74% ke 6,76% dengan volumenya Rp1.028 triliun. Untuk menarik investor global, BI memperkuat hedging dengan insentif swap 15-25% dan DNDF 25-30% untuk tenor 3-12 bulan. Kebijakan LCT dan skema Fastra mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mempermudah akses investor. BI juga menggunakan NDF untuk transmisi pasar global ke domestik. BI-Rate dipertahankan 5,75% sejak September 2026 setelah peningkatan 100 bp dari 4,75% pada Mei. Rupiah melemah 7,74% ytd 2026 dengan volatilitas 7,30%, lebih rendah dari Korea Selatan (15,6%), Filipina (8,7%), dan Malaysia (8,59%).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait