BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menjelaskan strategi menjaga stabilitas rupiah melalui tiga area utama: pengelolaan likuiditas, daya tarik aset rupiah, dan stabilitas nilai tukar serta suku bunga. Likuiditas ekspansif BI mencapai lebih dari Rp800 triliun, meliputi pembelian SBN sebesar Rp250-300 triliun. Kalibrasi SRBI menurunkan imbal hasil dari 7,74% ke 6,76% dengan volumenya Rp1.028 triliun. Untuk menarik investor global, BI memperkuat hedging dengan insentif swap 15-25% dan DNDF 25-30% untuk tenor 3-12 bulan. Kebijakan LCT dan skema Fastra mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan mempermudah akses investor. BI juga menggunakan NDF untuk transmisi pasar global ke domestik. BI-Rate dipertahankan 5,75% sejak September 2026 setelah peningkatan 100 bp dari 4,75% pada Mei. Rupiah melemah 7,74% ytd 2026 dengan volatilitas 7,30%, lebih rendah dari Korea Selatan (15,6%), Filipina (8,7%), dan Malaysia (8,59%).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 29 September 2026 pukul 21.37
Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga
JPNN.com · 29 September 2026 pukul 09.00
Kurs Rupiah Melorot Terus, BI Atur Ulang Strategi Stabilitas Mata Uang Garuda
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.22
Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
Detik.com · 29 September 2026 pukul 06.30
Alasan Bank Indonesia Tak Naikkan Bunga Acuan
Berita terkait
Ekonom: BI mulai arahkan stabilitas ke pertumbuhan yang berkelanjutan
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 19.07
BI Catat Uang Primer Rp2.281 Triliun, Tumbuh 16,3% pada Agustus
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 10.48
BI Fokus Jaga Rupiah di Tengah Situasi Higher for Longer, Destry Ungkap Strateginya
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 07.06
Bank Indonesia Borong SBN Rp236,7 Triliun hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 20.18