BI Perketat Insentif Likuiditas Bank Mulai 1 September, Ini Skemanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) akan menerapkan skema baru insentif likuiditas makroprudensial (KLM) mulai 1 September 2026. Skema ini lebih selektif, mempertimbangkan kondisi likuiditas dan portofolio masing-masing bank. BI tidak akan memberikan insentif tambahan kepada bank yang kepemilikan surat-surat berharganya (SSB) melebihi 19 persen. Insentif KLM untuk pembiayaan sektor produktif tetap diberikan hingga 4 persen, sementara insentif untuk pendalaman pasar uang (PPU) sebesar 2 persen. Sebelumnya, KLM mencapai 5,5 persen.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Alexander Lubis, menjelaskan perubahan ini bertujuan memastikan insentif likuiditas mendorong intermediasi perbankan, bukan meningkatkan penempatan dana di SSB. BI juga mengamati perbedaan perilaku portofolio antar bank, sehingga skema baru dirancang untuk mengalirkan likuiditas dari bank dengan kelebihan ke bank yang kekurangan melalui pasar uang.
Realisasi KLM hingga kini mencapai sekitar Rp447 triliun atau 5 persen dari dana pihak ketiga (DPK), dengan porsi terbesar diikuti oleh bank BUMN dan bank swasta nasional. BI juga mengidentifikasi bahwa pertumbuhan kredit tidak hanya dipengaruhi oleh likuiditas, tetapi juga permintaan kredit yang masih rendah akibat ketidakpastian ekonomi. Untuk itu, BI melakukan business matching antara bank dan calon debitur, termasuk UMKM, serta berkoordinasi dengan pemerintah untuk mengidentifikasi sektor yang perlu didorong. Pertumbuhan kredit perbankan tahun ini tetap berada dalam target BI sebesar 8-12 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
BI bakal evaluasi berkala threshold rasio SSB 19 persen pada KLM PPU
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.01
Insentif KLM Tembus Rp447 Triliun, BI Evaluasi Batas Likuiditas 19%
Berita terkait
Kredit Investastasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.35
Kredit Investasi Tumbuh 25,13% pada Juli 2026, Modal Kerja 11,04%
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.35
Kredit Perbankan Juli 2026 Tumbuh 13,58 Persen, BI Sebut Dampak Insentif KLM
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.02
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Capai Rp446,5 Triliun ke Perbankan hingga Awal Agustus 2026
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 16.24