Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

BI Sebut Penggunaan Uang Tunai Mulai Melambat Imbas Pembayaran Digital

Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan penggunaan uang tunai di masyarakat mulai melambat seiring meningkatnya adopsi pembayaran digital. Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan hal ini terlihat dari peningkatan penggunaan layanan pembayaran digital, khususnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). "Kalau kita lihat memang masih tumbuh tapi mulai terus melambat," ujar Destry dalam konferensi pers acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9). Ia menjelaskan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih ke pembayaran digital, sehingga kebutuhan akan uang tunai semakin terbatas. Salah satu indikator kuat pergeseran ini adalah jumlah pengguna QRIS yang telah mencapai 67 juta orang, setara dengan sekitar seperempat dari total penduduk Indonesia. "Kalau kita lihat sekarang penggunaanya sudah 67 juta. Artinya sudah satu per empat dari penduduk Indonesia menggunakan QRIS," katanya. Destry mencatat bahwa masyarakat kini semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital untuk transaksi ritel, seperti belanja di pasar yang semakin banyak menggunakan QRIS dibandingkan uang tunai.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait