Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI: Pembayaran Digital dan Uang Tunai Saling Melengkapi, Bukan Menggantikan

Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa pembayaran digital dan uang tunai saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Asisten Gubernur Anwar Bashori menyatakan bahwa digitalisasi pembayaran terus berkembang, namun uang tunai tetap diperlukan terutama di wilayah dengan akses jaringan dan infrastruktur digital terbatas. Hal ini disampaikan dalam acara Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) di Istora Senayan, Jakarta, pada 14 Agustus 2024.

Geografi Indonesia yang tersebar di sekitar 17.000 pulau membuat pola penggunaan pembayaran digital bervariasi. Di wilayah seperti Jakarta dan Jawa dengan tingkat edukasi dan akses digital tinggi, penggunaan QRIS berkembang pesat. Sebaliknya, di daerah terpencil dan 3T yang belum terjangkau jaringan, masyarakat masih bergantung pada uang tunai untuk transaksi sehari-hari.

BI juga menekankan pentingnya ketersediaan uang pecahan kecil, terutama untuk transaksi di pasar tradisional dan momen seperti Ramadan serta Lebaran. Menurut Anwar, sekitar 20 persen dari uang beredar di Indonesia masih berupa uang tunai, sementara sisanya adalah uang non-tunai. Kebutuhan akan uang tunai tetap ada karena belum ada negara yang sepenuhnya meninggalkan penggunaan uang fisik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait