BI Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Era Suku Bunga Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi domestik Indonesia masih memiliki ruang untuk tumbuh di tengah kondisi suku bunga tinggi yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik dan kenaikan inflasi global. Beberapa bank sentral seperti Federal Reserve, ECB, dan BOJ telah menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap tekanan inflasi. Deputi Gubernur Senior BI, Aida S Budiman, menyatakan bahwa pertumbuhan PDB global diperkirakan tidak bergerak sekitar 3% pada 2026, namun dapat kembali naik di atas 3% pada 2027 jika ketegangan geopolitik mereda. Meski demikian, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,9%-5,7% hingga akhir 2026, didorong oleh kenaikan harga komoditas ekspor nonmigas seperti CPO, batu bara, dan nikel. Pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,61% pada kuartal I-2026 dan 5,29% pada kuartal II-2026. Di sisi inflasi, BI menjaga inflasi pada level 3,19% pada Agustus 2026, dengan inflasi inti tetap rendah di 2,92%, masih di bawah target 3,5%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 15.55
BI Tahan Suku Bunga Acuan Pada Level 5,75%
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.25
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!
Berita terkait
Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 10.18
Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.12
BI Rate Diprediksi Masih Bisa Naik Lagi hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.05
Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.45