Rupiah Tertekan, BI Diramal Masih Tahan Suku Bunga di Level 5,75%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur September 2026. LPEM FEB UI menilai langkah ini proporsional meski terdapat tekanan eksternal dan gejolak pasar global. Namun, opsi kenaikan suku bunga tetap terbuka hingga akhir tahun jika kondisi pasar global memburuk.
Inflasi nasional Agustus 2026 tercatat 3,19% (yoy), naik dari 2,88% pada Juli, namun tetap dalam sasaran BI (1,5%-3,5%). Kenaikan ini dipicu oleh kelompok harga bergejolak (volatile food) seperti beras, cabai rawit, dan daging ayam ras yang mencapai 4,06%. LPEM UI berpendapat kenaikan inflasi dari sisi pasokan ini tidak memerlukan intervensi instrumen moneter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 09.12
Rupiah Dibuka Melemah, Pasar Cermati Arah Suku Bunga BI
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 10.26
Rupiah menguat seiring potensi BI tahan suku bunga
ANTARA News · 23 September 2026 pukul 09.06
BI-Rate diprediksi tetap di RDG September, berpeluang naik akhir tahun
kumparan · 23 September 2026 pukul 10.48
BI Rate Diproyeksi Tetap 5,75 Persen di Tengah Tekanan Rupiah dan Global
Berita terkait
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.725 Pagi Ini
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.03
Rupiah Menguat ke Rp17.693, Pasar Sambut Positif Destry Jadi Gubernur BI
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.24
Rupiah Dibuka Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.750
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.08
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Soroti Intermediasi Perbankan dan Wait and See Data Ekonomi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.33