Ekonomi AS, Eropa-Jepang Tertekan Konflik, RI Malah Ketiban Cuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik geopolitik global menekan ekonomi AS, Eropa, dan Jepang melalui harga komoditas tinggi, hambatan perdagangan, dan tekanan inflasi yang memaksa bank sentral menaikkan suku bunga. Fed Fund Rate, ECB, dan Bank of Japan telah menaikkan suku bunga akibat tekanan inflasi, sementara pertumbuhan global diperkirakan tidak mencapai 3% pada 2026. Indonesia sebalikanya berpeluang bertumbuh 4,9%-5,7% dengan dukungan harga komoditas ekspor seperti CPO, batu bara, dan nikel yang mengalami kenaikan. Pertumbuhan didukung oleh konsumsi domestik yang stabil serta investasi yang masih berlangganan, meski terdampak impor migas akibat harga minyak. Inflasi Indonesia berada di bawah 3% dengan nilai 3,19% pada Agustus 2026, sementara inflasi inti tetap di bawah 3%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 17.48
BI Ungkap Kondisi Ekonomi RI di Era Suku Bunga Tinggi
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.45
Asosiasi Logistik Pesimis Zero ODOL 2027 Bisa Dijalankan dengan Lancar
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
Berita terkait
Harga Pangan 8 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 59.650 per Kg
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.08
IHSG Terjun Bebas 1,70% di Sesi Siang Sentuh Level 6.429, Transaksi Rp7,9 Triliun
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 12.37
Harga Pangan 9 September 2026: Cabai Rawit Merah Turun Jadi Rp 91.150 per kg
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 09.50
OJK Buka-bukaan Kondisi Keuangan RI di Tengah Perang Iran dan Selat Hormuz
Detik.com · 7 September 2026 pukul 15.22