Biang Kerok PHK Tembus 53.000 Orang Versi Buruh & Pengusaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 53.000 pekerja terkena PHK sepanjang Januari-Agustus 2026. Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan empat faktor utama: penurunan order internasional akibat konflik global dan lemah daya beli, kenaikan biaya produksi akibat harga energi dan bahan baku impor, serta kompetisi dengan produk impor dari China. Industri garmen, tekstil, dan alas kaki paling terdampak, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. Beberapa perusahaan seperti Sanken bahkan memindahkan produksi kembali ke Jepang. Shinta Kamdani dari APINDO menekankan PHK sebagai langkah terakhir setelah upaya penyelamatan usaha lainnya gagal. Dunia usaha menghadapi tantangan struktural seperti biaya operasional tinggi, ketidakpastian regulasi, dan akses pembiayaan terbatas. Sebelum PHK, perusahaan biasanya mengurangi biaya operasional, menunda investasi, dan mengoptimalkan kapasitas produksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 18.20
53.490 Pekerja Kena PHK hingga Agustus, Ini Provinsi Terbanyak
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 20.48
Kemnaker Catat PHK Tertinggi Terjadi pada Juni, Tembus 9.028 Orang
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.41
Jawa Barat Jadi Episentrum PHK, 10.880 Tenaga Kerja Terdampak
Berita terkait
Dulu Bergaji Tinggi, Pekerjaan Ini Sekarang Jadi Ladang Pengangguran
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.50
Ini Biang Kerok PHK Makan Korban 43 Ribu Orang
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 16.38
Bill Gates Cemas, Dunia Belum Siap Hadapi Gelombang PHK Akibat AI
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.45