Dulu Bergaji Tinggi, Pekerjaan Ini Sekarang Jadi Ladang Pengangguran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar tenaga kerja global mengalami pergeseran besar di mana profesi bergaji tinggi di sektor teknologi, jasa keuangan, dan konsultan bisnis kini rentan terhadap pengangguran. Fenomena ini dipicu oleh pengetatan modal ventura, inflasi, dan ketidakpastian ekonomi yang memaksa perusahaan melakukan rasionalisasi biaya secara agresif. Data Janco Associates mencatat pengangguran sektor TI naik menjadi 3,8% pada April 2026.
Adopsi AI generatif menjadi katalis utama yang menggantikan peran pekerja kerah putih berketerampilan tinggi, seperti analis hukum dan pembuat kode. Perusahaan besar seperti Meta, Nike, dan Snap telah memangkas ribuan karyawan demi efisiensi operasional. Dampaknya, para profesional senior mengalami guncangan gaya hidup (lifestyle inflation shock) dan kesulitan mencari kerja baru karena dianggap overqualified, sehingga terpaksa melakukan reskilling atau menurunkan ekspektasi gaji.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 23 September 2026 pukul 15.30
BUMN Tekstil Baru Diharapkan Perkuat Industri & Serap Korban PHK
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.00
Bos Nvidia Blak-blakan, Yakin AI Tak Bisa Musnahkan Manusia
kumparan · 23 September 2026 pukul 15.38
Bosnya Serukan Rem Pengembangan AI, OpenAI dan Anthropic Malah Rilis Model Baru
Detik.com · 23 September 2026 pukul 09.15
OpenAI Rilis GPT-6 Sol dan Luna, Jago Coding Tapi Harga Lebih Murah
Berita terkait
Pengusaha Tekstil Merapat! Prabowo Mau Kasih Insentif: Tax Holiday-PPN
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 20.05
Bill Gates Cemas, Dunia Belum Siap Hadapi Gelombang PHK Akibat AI
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.00
43.805 Warga RI Kena PHK, Buruh dan Pengusaha Ungkap Hal Tak Terduga
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 13.45
Menari di Atas Genderang Orang: Mengapa Indonesia Belum Menguasai Teknologi Masa Depan?
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 19.45