Bidik Ekonomi Tumbuh 6% di 2026, Ini Pekerjaan Rumah Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4447121/original/056397600_1685440865-20230530-Pertumbuhan-Ekonomi-Indonesia-Angga-7.jpg)
Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6% pada tahun 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal I 2026 dan 5,45% pada semester I 2026, menjadi capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Capaian ini didukung oleh realisasi investasi yang mencapai Rp 1.010 triliun dan penciptaan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja.
Riset Bank Danamon menilai target 6% memerlukan investasi yang mampu mendongkrak produktivitas, lapangan kerja, dan daya beli masyarakat. Program swasembada energi seperti Biodiesel 50 (B50) dinilai positif menekan impor diesel, meski penyerapan CPO domestik berisiko mengurangi ekspor dan impor barang modal tetap tinggi.
Selain itu, pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia dan konsolidasi BUMN diharapkan dapat memperbaiki pasokan valas serta dividen negara. Namun, kapasitas fiskal jangka menengah dinilai tetap sangat bergantung pada kinerja penerimaan negara, belanja prioritas, dan beban pembiayaan utang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 09.03
Prabowo dan Jalan Kebangkitan Indonesia
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 14.01
Rasio Utang Luar Negeri Tetap Terjaga, BI Laporkan Triwulan II sebesar USD 453,4 Miliar
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.47
IHSG Sesi I Lompat 1,26% Dekati Level 6.500
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.52
Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bertambah, Kuartal II 2026 Tembus Rp8.062 Triliun
Berita terkait
Prabowo Sebut Banyak Laba BUMN Melonjak Tajam
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.08
Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen di Akhir 2026
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.07
Prabowo Pede Ekonomi RI Tumbuh 6% di Akhir Tahun
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.42
Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak Jadi Rp8.089 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.47