Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS

Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS dalam RAPBN 2027 sebagai bagian dari strategi mengejar pertumbuhan ekonomi 6%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan stabilitas nilai tukar sebagai fondasi kepastian bagi dunia usaha dan dorongan investasi. Untuk mendukung target pertumbuhan, pemerintah membidik pertumbuhan investasi mencapai 7% pada 2027, sementara inflasi diproyeksikan tetap di level 2,5% dan suku bunga SBN 10 tahun ditetapkan pada 6,9%.

Pemerintah akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi untuk memastikan stabilitas seiring pertumbuhan. Investasi pemerintah dijadikan katalis, sementara sektor swasta didorong menjadi motor utama pertumbuhan. Di tengah ketidakpastian global akibat tensi geopolitik dan proteksionisme, perekonomian Indonesia tumbuh 5,46% pada semester I-2026, didukung cadangan devisa Rp145,3 miliar dolar AS dan aliran modal masuk Rp140,6 triliun hingga Agustus 2026.

Dari sisi anggaran, RAPBN 2027 menargetkan pendapatan negara Rp3.496 triliun dan belanja Rp4.097,2 triliun dengan defisit aman di 2,4% PDB. Di sektor energi, pemerintah menetapkan harga minyak mentak Indonesia (ICP) US$75 per barel, lifting minyak 612.500 barel/hari, dan lifting gas 954.000 barel setara minyak/hari. Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan penerimaan negara dan meningkatkan kualitas belanja tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait