Rosan Lapor DPR, Investasi di RI tidak Lagi Eksploitasi Bahan Mentah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investasi di Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2% tahunan. Investasi berkontribusi 39% pada pertumbuhan nasional, jauh di atas rata-rata 28-29% sebelumnya. Rosan Roeslani menyatakan investasi bukan tujuan akhir, melainkan harus mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dari investasi tersebut, telah menyerap 1.450.000 tenaga kerja langsung, naik 15% dibanding tahun sebelumnya. Investasi terdiri dari PMA Rp 507,6 triliun dan PMDN Rp 503 triliun. Investasi di luar Jawa mencapai 50,2%, menunjukkan distribusi yang lebih merata. Sektor industri logam dasar menjadi terbesar dengan kontribusi 15%, sementara sektor sekunder dan tersier menyumbang 85%. Investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun (29,7% dari total) dengan pertumbuhan 6,9%. Hilirisasi mineral mendominasi dengan Rp 206,5 triliun, dipimpin nikel, bauksit, dan tembaga. 75,7% investasi hilirisasi berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Untuk masa depan, BKPM akan memperluas hilirisasi ke komoditas bernilai tambah seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 15.46
Purbaya Pede Bisa Genjot Ekonomi 6% Tahun Depan
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 15.05
Bidik Ekonomi Tumbuh 6%, Pemerintah Patok Rupiah 17.500 per Dolar AS
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 14.20
Perizinan Usaha di Jakarta Bakal Dipangkas, Ini Target Barunya
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 11.57
Gebernur Luthfi Beberkan Program Pemprov Jateng yang Berdampak ke Warga
Berita terkait
Investasi RI Tembus Rp 1.010 T, Pengusaha Ungkap Dampaknya ke Industri Lokal
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 12.28
Pemerintah Bidik Realisasi Investasi Rp2.322 Triliun di 2027
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 09.00
Rosan Patok Target Investasi 2027 Tembus Rp2.322 Triliun
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.14
Bukan Ngarang! RI Serap 1,44 Juta Tenaga Kerja Baru di Semester I-2026
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.30