Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Rosan Lapor DPR, Investasi di RI tidak Lagi Eksploitasi Bahan Mentah

Investasi di Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2% tahunan. Investasi berkontribusi 39% pada pertumbuhan nasional, jauh di atas rata-rata 28-29% sebelumnya. Rosan Roeslani menyatakan investasi bukan tujuan akhir, melainkan harus mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dari investasi tersebut, telah menyerap 1.450.000 tenaga kerja langsung, naik 15% dibanding tahun sebelumnya. Investasi terdiri dari PMA Rp 507,6 triliun dan PMDN Rp 503 triliun. Investasi di luar Jawa mencapai 50,2%, menunjukkan distribusi yang lebih merata. Sektor industri logam dasar menjadi terbesar dengan kontribusi 15%, sementara sektor sekunder dan tersier menyumbang 85%. Investasi hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun (29,7% dari total) dengan pertumbuhan 6,9%. Hilirisasi mineral mendominasi dengan Rp 206,5 triliun, dipimpin nikel, bauksit, dan tembaga. 75,7% investasi hilirisasi berada di luar Jawa, terutama di Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Untuk masa depan, BKPM akan memperluas hilirisasi ke komoditas bernilai tambah seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait