Bio Farma Kembangkan Vaksin Lokal, Rotavirus Ditargetkan 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bio Farma (Persero) memperkuat riset dan pengembangan vaksin untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Vaksin yang dikembangkan meliputi tifoid, rotavirus, HPV, dan kombinasi pentavalen-hexavalen. Direktur Utama Shadiq Akasya menyatakan vaksin tifoid sedang didaftarkan ke Pakistan untuk ekspor pasar. Vaksin rotavirus diproyeksikan dapat diproduksi domestik secara bertahap mulai 2027, menggantikan impor saat ini. Vaksin HPV menunggu izin BPOM, diantisipasi terbit 2026. Pengembangan vaksin kombinen target tersedia 2027-2028. Bio Farma juga melakukan transfer teknologi vaksin polio ke India, Senegal, dan Ghana. Transformasi perusahaan sejak 2024 fokus pada inovasi, ekspansi pasar, dan penguatan ERP.
Bagikan
Berita terkait
Bio-RV, Vaksin Kolaborasi Bio Farma dan MCRI Peroleh Izin Edar dari BPOM RI
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.10
Bio-RV Bio Farma Kantongi Izin Edar BPOM untuk Vaksin Rotavirus Neonatal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.45
Bio Farma Dorong Vaksin HPV untuk Lindungi Laki-Laki dari Risiko Kanker
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.15
BP BUMN Dorong Bio Farma Kembali ke Mandat Awal: Bikin Vaksin Sendiri
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 14.35