Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kondisi geopolitik global membuka peluang bagi investasi data center di Indonesia. Chairman Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menyatakan bahwa dampak positif dari ketegangan teknologi, seperti larangan AS mengekspor chip Nvidia H200 ke China, mendorong investor global termasuk DAMAC Digital untuk memperbesar rencana investasinya. DAMAC Digital awalnya hanya berencana membangun 120 MW, kini mengembangkan rencana hingga 2 GW, sementara pemerintah UAE juga tertarik membangun data center di Indonesia. Proyek pertama DAMAC, JKT01 - Jakarta Central, sudah memasuki tahap topping off setelah diluncurkan pada Agustus 2025 dengan investasi US$ 150 juta.
Investasi data center di Indonesia cukup besar. Menurut Hendra, membangun tiga data center dengan kapasitas 1 MW membutuhkan biaya antara US$ 10 hingga US$ 11 juta, sehingga untuk tiga pusat data diperlukan lebih dari US$ 1 miliar. IDPRO sedang menyusun kajian tentang dampak investasi ini terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Jika kapasitas data center mencapai 1,7 GW, PLN diperkirakan bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp 1,7 triliun per bulan.
William Simadiputra, Head of Research PT Bank DBS Indonesia, menekankan bahwa data center menjadi bagian penting dari program keberlanjutan di sektor teknologi, media, dan telekomunikasi (TMP). Dengan meningkatnya penggunaan AI secara masif, data center dianggap sebagai platform kunci untuk mempercepat adopsi AI di Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan teknologi hijau.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.46
Bisnis Nvidia Makin Menggurita, Sahamnya Ada di Mana-mana
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.20
Habib Aboe Bersama BKSAP Mendalami Posisi Batam sebagai Hub AI & Data Center ASEAN
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.16
Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
Berita terkait
Geger Data Center Raksasa Telan Anggaran Sampai Rp 18.000 Triliun
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 14.45
DBS Insights Forum Ungkap Peluang Investasi di Tengah Rivalitas Global
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.44
Krisis Baru Hantam Malaysia, Singapura Sudah Kena Duluan
CNBC Indonesia · 24 Juli 2026 pukul 17.40
Ledakan AI Dunia Makan Korban Baru: Raksasa Miras China
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.40