Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebutuhan lahan untuk pembangunan pusat data di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI). Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyatakan bahwa sekitar 80 persen permintaan lahan industri dalam riset perusahaannya berasal dari sektor pusat data. Dua hingga tiga tahun lalu, permintaan lahan untuk satu pusat data rata-rata sekitar 5 hektare, namun kini berkembang menjadi 10 hingga 30 hektare. Kebutuhan listrik juga meningkat signifikan, dengan satu pusat data kini membutuhkan antara 100 hingga 200 megawatt (MW). Kapasitas pusat data yang telah beroperasi di Indonesia mencapai sekitar 450 MW, dengan tingkat okupansi sekitar 70 persen di CBD Jakarta dan 80 persen di kawasan Cikarang, Karawang, dan bagian timur Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.43
Adopsi AI Akamai Mengubah Infrastruktur Bisnis di Asia Pasifik
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.11
Kondisi Geopolitik Bawa 'Berkah' Investasi Data Center di RI
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.15
Hacker 'Mr Spongebob' Serang Pemerintah RI, Framework AI-nya Dijual Lagi
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 20.00
Orang Kaya Borong Jet dan Yacht, Warga Kena PHK-Bayar Listrik Susah
Berita terkait
Investasi AI Terus Diguyur, Data Center Harus Cetak Pendapatan Rp94.000 Triliun Supaya Gak Tekor
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 20.40
TelkomGroup bersama Danantara Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional untuk Sovereign AI Indonesia
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.16
Dunia Berlomba Bangun Data Center, Kapasitas RI Bakal Capai 1,5 GW
kumparan · 30 September 2026 pukul 04.00
Tagihan Listrik Naik Sampai 90%, Pabrik Raksasa Terancam Bangkrut
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 12.40