Kebutuhan Lahan dan Listrik untuk Pusat Data di Indonesia Terus Meningkat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebutuhan lahan untuk pembangunan pusat data di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI). Country Head JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyatakan bahwa sekitar 80 persen permintaan lahan industri dalam riset perusahaannya berasal dari sektor pusat data. Dua hingga tiga tahun lalu, permintaan lahan untuk satu pusat data rata-rata sekitar 5 hektare, namun kini berkembang menjadi 10 hingga 30 hektare. Kebutuhan listrik juga meningkat signifikan, dengan satu pusat data kini membutuhkan antara 100 hingga 200 megawatt (MW). Kapasitas pusat data yang telah beroperasi di Indonesia mencapai sekitar 450 MW, dengan tingkat okupansi sekitar 70 persen di CBD Jakarta dan 80 persen di kawasan Cikarang, Karawang, dan bagian timur Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 12.11
Transformasi AI Makin Cepat, Perusahaan Indonesia Dituntut Siapkan Pola Kerja Baru
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 17.17
Tweet Netizen +62 Dikira Meramal Masa Depan: Stop Chat Gpt!
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.30
Ditawari Rp 471 Miliar, Ibu-Anak Petani Malah Usir Raksasa AI
Berita terkait
81 Tahun Indonesia Merdeka, 500 Ribu Warga Jabar Belum Punya Listrik
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.12
WhatsApp Resmi Luncurkan Meta Business Agent Untuk Pelaku Bisnis di Indonesia
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 11.00
Merdeka in the Age of Machines
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.35
The Sovereignty We’re Renting
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 07.17