Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BNI Cetak Laba Bersih Rp 10,8 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I tahun 2026. Capaian ini didorong oleh pertumbuhan bisnis yang sehat, kualitas aset yang baik, dan peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga bersih (NII) naik 14,2% secara tahunan menjadi Rp22,3 triliun, sementara pendapatan berbasis komisi (FBI) meningkat 14,2% menjadi Rp9 triliun.

Pertumbuhan solid dan seimbang dari kedua sumber pendapatan ini mendorong laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) mencapai Rp18,5 triliun, angka tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama. Kredit BNI tumbuh 24,4% YoY menjadi Rp968,5 triliun per Juni 2026, didukung diversifikasi portofolio di berbagai sektor dan segmen, mulai dari korporasi hingga UMKM. Dana murah (CASA) meningkat 11,2% YoY, menjaga rasio CASA di level 65,4% dan menurunkan cost of fund menjadi 2,56%.

Kualitas aset terus membaik, dengan rasio loan at risk turun menjadi 8,1% dari 11,0% dan NPL berada di 1,9%. Aplikasi wondr by BNI memiliki 15,1 juta pengguna dengan volume transaksi naik 110% YoY, sementara BNIdirect melayani 280 ribu pengguna dan transaksi Rp6.039 triliun, naik 17% YoY. Implementasi program BRAVE di seluruh jaringan BNI memperkuat peran cabang, produktivitas, dan integrasi solusi digital untuk mendorong akuisisi dan perluasan transaksi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait