Booming Chip Jadi Petaka, Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar saham Korea Selatan, yang sempat melonjak tiga kali lipat berkat euforia AI, mengalami penurunan sekitar 40% dalam enam minggu (Juni-Juli 2026), menghancurkan kekayaan pasar senilai 2,5 triliun dolar AS. Investor ritel, yang menyumbang 60-70% volume perdagangan harian Kospi, menjadi korban utama. Banyak dari mereka terjebak dalam ETF leveraged yang melipatgandakan kerugian saat saham Samsung Electronics dan SK Hynix anjlok akibat menurunnya permintaan chip AI dan persaingan dari China. Beberapa investor kehilangan puluhan ribu dolar dan terpaksa memotong pengeluaran harian, termasuk mengurangi jatah makan.
Lonjakan volatilitas dipicu oleh peluncuran ETF leveraged saham tunggal pertama di Korea pada Mei 2026, yang memungkinkan efek 2x dari pergerakan saham. Ketika gelembung pasar pecah, banyak investor yang terlanjur ikut FOMO menderita kerugian besar. Dampaknya menyebar ke AS, termasuk hedge fund berbasis AI yang rugi 67% dan terpaksa likuidasi portofolio. Di dalam negeri, presiden Lee Jae Myung yang sempat menjanjikan KOSPI mencapai 5.000 poin di 2030 kini menghadapi tekanan politik dengan tingkat persetujuan publik turun ke 43,3%.
Untuk merespons krisis ini, otoritas Korea Selatan menghentikan sementara persetujuan produk leveraged baru, menaikkan setoran modal minimum tiga kali lipat, dan memperluas pelatihan wajib bagi investor ritel. Beberapa kelompok mengirimkan kartu duka simbolis ke parlemen sebagai protes. Meski demikian, analis dari Federated Hermes meyakini fundamental laba perusahaan chip memori Korea akan tetap kuat dalam dua tahun kedepan.
Bagikan
Berita terkait
Tren Baru Muncul di Pasar Keuangan Global: "Worrisome"
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 08.40
Investor Ritel Kabur dari Bursa Korsel, Borong Saham Negara Ini
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.05
Booming ChipJadi Petaka,Warga Skip Makan Demi Nutup Rugi Investasi
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.25
IHSG Sempat Anjlok 1,05% Empat Menit Usai Dibuka, Balik ke Bawah 6.500
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 09.15