Bos BGN Bongkar Biang Kerok Marak Kasus Keracunan MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala BGN Sudaryono menyatakan mayoritas kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh makanan yang rusak, terutama lauk protein hewani seperti ayam, telur, ikan, dan daging. Ia menekankan bahwa bahan baku yang tidak layak sejak awal menjadi faktor utama, meski proses memasak yang benar tetap berisiko. Untuk mengatasi ini, BGN memperketat pengawasan dengan mencatat penerimaan barang di dapur MBG dan membangun marketplace khusus pengadaan protein hewani dengan harga langsung tanpa markup. Evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih berlangsung, dengan hampir separuh dapur sedang diperiksa dan sekitar 14.000 SPPG sudah memenuhi standar. Dapur yang tidak memenuhi syarat akan suspensi dan ditutup permanen jika tidak perbaiki.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.20
Bos BGN Ungkap Update Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur MBG
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.15
BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Tak Sesuai Standar
CNN Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.30
Bos BGN Buka-bukaan Rincian Anggaran MBG Rp240,2 T Tahun Depan
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.51
BGN Tutup Sementara 1.276 Dapur MBG Tak Laik Higiene
Berita terkait
Ngeri! Terungkap 'Zona Gelap' Distribusi MBG yang Bikin Ribuan Siswa Keracunan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 19.50
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 19.11
Wakil Ketua DPR RI Desak BGN dan Pemda Tanggung Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 21.14
Kepala MBG Sudaryono Akui Drop Hadapi Rentetan Kasus Keracunan MBG
VOI · 4 September 2026 pukul 10.15