Bos BGN Siapkan Mekanisme Penyaluran MBG di Daerah Rawan Konflik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkapkan bahwa BGN tengah menyiapkan mekanisme penyaluran makanan bergizi gratis (MBG) ke daerah rawan konflik di Indonesia. Tujuannya agar anak-anak di wilayah tersebut tetap mendapatkan akses nutrisi yang memadai. Saat ini, uji coba dilakukan dengan melibatkan TNI dan Polri, serta memanfaatkan fasilitas umum seperti gereja untuk pendistribusian. Selain daerah rawan konflik, BGN juga akan memprioritaskan daerah dengan angka stunting tinggi, seperti Papua dan NTT. Data menunjukkan setidaknya 116 juta penduduk Indonesia masih kekurangan gizi. Berdasarkan peta prevalensi stunting tahun 2024, terdapat 20 kabupaten/kota kategori terendah, 182 kategori sedang, 220 kategori tinggi, dan 92 kategori sangat tinggi. BGN akan menggunakan pemetaan ini untuk mengarahkan bantuan gizi ke daerah paling membutuhkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 18.35
TNI dan Polri Dikerahkan, Siswa di Daerah Rawan Konflik Tetap Dapat MBG
Berita terkait
BGN Siapkan Marketplace untuk Pengadaan Pangan MBG, Ini Tujuannya
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.25
BGN Ancam Tutup Permanen Dapur MBG yang Tak Sesuai Standar
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.15
Realisasi Anggaran MBG Sudah Rp 139 T, Berapa Penerima Manfaatnya?
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.05
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima Manfaat MBG, Prioritas ke Wilayah 3T
kumparan · 17 September 2026 pukul 17.38