Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Bos BGN Ungkap Banyak Kasus Keracunan MBG Dipicu Lauk-Sayur Rusak

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan banyak kasus keracunan setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) disebabkan oleh lauk dan sayuran yang rusak, terutama lauk dengan sumber protein hewani seperti ayam, telur, ikan, dan daging. Ia menekankan bahwa kondisi bahan baku buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan meskipun proses memasak sudah sesuai prosedur. Untuk mencegah hal ini, BGN mulai menerapkan pemeriksaan saat bahan baku diterima oleh dapur MBG dan menyiapkan sistem marketplace untuk pengadaan bahan baku, khususnya protein hewani, guna memastikan kualitas dan mencegah markup harga. BGN juga melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari separuh dapag MBG, dengan menutup dapag yang tidak memenuhi standar. Sejauh ini, sekitar 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah ditutup atau dihentikan sementara. BGN mengharuskan kepala dapag berada di lokasi saat memasak dan akan berkolaborasi dengan BPOM, Kementerian Kesehatan, dan dinas kesehatan setempat untuk pengawasan yang lebih ketat. Beberapa kasus keracunan MBG terjadi di Tana Toraja (193 siswa), Lombok Tengah (352 siswa), dan Sidoarjo (748 santri dan pelajar), dengan penyebab seperti cemaran E. coli pada ayam dan kondisi makanan yang tidak aman.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait