Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi dan Pengembangan Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menjelaskan bahwa Holding Pharmacy BUMN terbentuk pada 2020, namun pembentukan ini terjadi di tengah pandemi COVID-19 yang menghambat proses transformasi. Pada 2020 hingga 2022, Bio Farma fokus pada pengadaan vaksin, sehingga transformasi organisasi ditunda. Mulai 2023, perusahaan mulai lebih fokus menata organisasi dan melakukan restrukturisasi keuangan akibat masalah keuangan yang dialami. Bio Farma kini berada di bawah pengelolaan Danantara, bukan lagi di bawah BUMN langsung. Untuk memperbaiki kondisi keuangan, Bio Farma menerapkan dua program reorientasi bisnis: meningkatkan efisiensi operasional dan mencari model bisnis yang lebih efektif. Upaya ini dilengkapi dengan pendekatan kepada kreditor, capital injection, shareholder loan, supply chain financing, dan project financing untuk memperkuat modal kerja. Saat ini, Bio Farma masih mendistribusikan vaksin bersama institusi internasional seperti UNICEF, PAHO, Gavi, serta melalui kerja sama bilateral dengan negara mitra ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 00.10
Bio-RV, Vaksin Kolaborasi Bio Farma dan MCRI Peroleh Izin Edar dari BPOM RI
Berita terkait
Video:Bos Bio Farma Soal Impor Bahan Baku - Jurus Tekan Biaya Produksi
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.06
Video: Bos Bio Farma dan Strategi Reformasi BUMN Farmasi Era Danantara
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.27
Video: Vaksin RI Mendunia, Bio Farma Ekspor Vaksin Polio ke 150 Negara
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 12.52
Bio-RV Bio Farma Kantongi Izin Edar BPOM untuk Vaksin Rotavirus Neonatal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.45