Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi dan Pengembangan Bisnis

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menjelaskan bahwa Holding Pharmacy BUMN terbentuk pada 2020, namun pembentukan ini terjadi di tengah pandemi COVID-19 yang menghambat proses transformasi. Pada 2020 hingga 2022, Bio Farma fokus pada pengadaan vaksin, sehingga transformasi organisasi ditunda. Mulai 2023, perusahaan mulai lebih fokus menata organisasi dan melakukan restrukturisasi keuangan akibat masalah keuangan yang dialami. Bio Farma kini berada di bawah pengelolaan Danantara, bukan lagi di bawah BUMN langsung. Untuk memperbaiki kondisi keuangan, Bio Farma menerapkan dua program reorientasi bisnis: meningkatkan efisiensi operasional dan mencari model bisnis yang lebih efektif. Upaya ini dilengkapi dengan pendekatan kepada kreditor, capital injection, shareholder loan, supply chain financing, dan project financing untuk memperkuat modal kerja. Saat ini, Bio Farma masih mendistribusikan vaksin bersama institusi internasional seperti UNICEF, PAHO, Gavi, serta melalui kerja sama bilateral dengan negara mitra ekspor.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait