Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bos Danantara Akui Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Bebani BUMN

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengakui bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh menjadi beban bagi BUMN pemegang saham dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Konsorsium ini menguasai sekitar 60% kepemilikan di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Wijaya Karya (WIKA). Dalam laporan keuangan semester I 2026, PSBI mencatatkan rugi Rp 5,13 triliun dengan total liabilitas Rp 21,54 triliun yang melebihi asetnya Rp 21,52 triliun. Akibat beban ini, laba bersih KAI turun drastis 73,9% menjadi Rp 305,3 miliar meskipun pendapatan naik 6,6%. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema penyelesaian utang Whoosh tidak akan membebani kas negara atau APBN secara signifikan. Pemerintah berencana memanfaatkan special mission vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu dan meminimalisasi penggunaan anggaran negara. Guna mempercepat penyelesaian proyek, Presiden Prabowo telah menerbitkan Perpres Nomor 29 Tahun 2026 yang menyesuaikan susunan Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung agar selaras dengan struktur kabinet saat ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait