Kata-Kata Bos Danantara Soal Utang Whoosh, Singgung PT Pos dan BUMN Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) terus membebani BUMN. Pada semester I 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) — konsorsium BUMN pemegang saham langsung KCIC — mencatat rugi bersih Rp5,13 triliun. Angka ini melebihi total kerugian sepanjang 2025 yang sebesar Rp4,99 triliun. PT KAI sebagai pemegang saham mayoritas PSBI (58,53%) menanggung beban terbesar, yaitu rugi Rp3 triliun hanya dalam enam bulan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, meminta kesabaran karena pihaknya baru menjalani restrukturisasi dan tengah menangani berbagai masalah warisan sebelumnya. Selain utang Whoosh, Danantara juga sedang membenahkan kondisi keuangan PT Pos Indonesia dan PT Adhi Commuter Properti Tbk.
Soal skema penyelesaian utang kereta cepat, Dony memastikan rencana pengambilalihan mega proyek tersebut oleh pemerintah melalui mekanisme hibah. Dia menargetkan masalah ini akan selesai dalam beberapa minggu mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 21.52
Bos Danantara Akui Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Bebani BUMN
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 20.25
Didukung Danantara, BKI Fokus Perkuat Bisnis Inti dan Ekspansi ke Pasar Global
Liputan6.com · 1 Agustus 2026 pukul 13.00
Dony Oskaria Buka Suara soal Lambatnya Laporan Keuangan Danantara
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 22.45
Bos Danantara Beri Bocoran Soal Penyelesaian Utang Kereta Cepat Whoosh
Berita terkait
Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 11.20
Pimpinan DPR Kaji Usul Presiden Prabowo soal Peradilan Ad Hoc BUMN
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.35
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Akademisi Dukung Rencana Presiden Prabowo Beri Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 20.51