Bos Danantara Beri Bocoran Soal Penyelesaian Utang Kereta Cepat Whoosh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7670462/original/006555600_1780464672-1000337137.jpg)
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, memberikan bocoran bahwa keputusan final penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh akan diumumkan dalam waktu dekat. Pemerintah sedang membenahi BUMN, termasuk menyelesaikan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Kemungkinan pola yang dijalankan adalah pengambilalihan aset prasarana KCIC melalui hibah. Dony menyatakan persoalan ini bisa selesai dalam beberapa pekan ke depan.
Utang proyek KCIC menjadi beban bagi BUMN pemegang saham, seperti PT Kereta Api Indonesia dan PT Wijaya Karya. Dalam laporan keuangan semester I-2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia mencatat rugi Rp 5,13 triliun dengan liabilitas Rp 21,54 triliun, melebihi aset Rp 21,52 triliun. Pendapatan KAI naik 6,6% menjadi Rp 17,95 triliun, tetapi laba bersih turun drastis 73,9% menjadi Rp 305,3 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa skema pembiayaan penyelesaian utang Whoosh belum diputuskan, namun diupayakan tidak membebani kas negara atau APBN.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 19.40
Bos Danantara Buka Suara soal KAI Tanggung Kerugian Kereta Cepat
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 10.07
Transformasi Di Bawah Danantara, Telkomsel Tumbuh Sehat Semester I
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 20.25
Didukung Danantara, BKI Fokus Perkuat Bisnis Inti dan Ekspansi ke Pasar Global
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 21.25
Danantara Susun Laporan Keuangan, Dibantu 4 Konsultan Kakap
Berita terkait
Duduk Perkara Utang Whoosh Hingga Akhirnya Dibereskan Purbaya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 11.05
Respons China dan Istana soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kemenkeu
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 05.55
Bos Danantara Akui Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Bebani BUMN
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 21.52
KPK Respons Wacana Pengadilan Ad Hoc BUMN yang Diusulkan Prabowo
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.08