BPS Beber 18,01 Juta Rumah Tangga RI Tinggal di Rumah Tak Layak Huni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada Maret 2026, terdapat 18,01 juta rumah tangga di Indonesia yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH) atau masuk kategori backlog 2. Angka tersebut setara dengan 24,03 persen dari total rumah tangga nasional. Meskipun masih mendominasi, jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 18,77 juta rumah tangga (25,33 persen). Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan perbaikan kualitas hunian terjadi hampir merata, dengan 37 dari 38 provinsi mencatatkan penurunan angka RTLH. Jawa Barat memiliki backlog tertinggi, sementara Kalimantan Utara terendah dengan sekitar 33 ribu rumah tangga.
Masalah kelayakan hunian (backlog 2) jauh melampaui persoalan kepemilikan rumah (backlog 1) yang berada di angka 12,39 persen atau 9,29 juta rumah tangga. Secara keseluruhan, persentase rumah tangga dengan akses rumah layak huni meningkat menjadi 70,3 persen pada 2026 dari 68,4 persen di tahun sebelumnya. BPS menetapkan kriteria hunian layak berdasarkan ketahanan bangunan, kecukupan luas lantai, serta akses air minum dan sanitasi. Tingginya angka backlog 2 mendorong pemerintah untuk menaikkan target program BSPS dari 45 ribu menjadi 400 ribu guna mempercepat penurunan rumah tak layak huni.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 21.15
Data BPS: 9,29 juta Keluarga di Indonesia Belum Punya Rumah
Berita terkait
Prabowo Jamin Data Sensus Ekonomi 2026 Bukan Untuk Mengejar Kekayaan Pribadi
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 18.53
Ramai Bahas Desil 10, Warganet Banyak yang Kaget Selevel 9 Naga
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.20
Prabowo: Data sensus ekonomi jadi dasar penyusunan kebijakan
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 16.30
Prabowo Jamin Sensus Ekonomi Tak Digunakan Buat Kejar Kekayaan Rakyat
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.19