BPS: Sawit hingga Kopi Jadi Andalan Ekspor RI ke Arab Saudi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa minyak sawit, kopi, dan produk kayu menjadi komoditas ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi, dengan pangsa pasar yang kuat. Minyak sawit mendominasi dengan nilai impor US$706,47 juta dan pangsa pasar 38,29%, jauh di atas Malaysia (12,74%), Ukraina (7,69%), dan Oman (5,98%). Indonesia kini menempati peringkat ke-18 sebagai pemasok, naik dari peringkat ke-24 pada 2005.
Ekspor penting lainnya meliputi kayu & produk kayu (US$146,86 juta, 8,08%), kopi/teh/rempah (US$122,13 juta, 6,61%), kertas & turunannya (US$103,61 juta, 5,92%), olahan daging/ikan (US$78,35 juta, 19,60%), biji/buah berminyak (US$66,88 juta, 7,27%), dan alas kaki (US$59,28 juta, 5,30%). Pangsa pasar alas kaki masih jauh di bawah China (52,33%), Vietnam (15,93%), dan Italia (11,56%). Kompetitor bervariasi: kayu bersaing dengan China, Thailand, Finlandia; kopi/teh/rempah dengan Etiopia, India, Guatemala.
BPS melihat peluang untuk meningkatkan ekspor dengan belajar dari kesuksesan China dan India dalam memanfaatkan permintaan haji dan umrah. Peluang juga terbuka untuk perlengkapan ibadah, pakaian, alas kaki, dan suvenir terkait haji/umrah. Pemetaan produk unggulan dan posisi kompetitor ini menjadi dasar strategi perluasan penetrasi ekspor Indonesia di Arab Saudi.
Bagikan
Berita terkait
Harga Pangan Hari Ini: Minyak Goreng Curah Dijual Rp 20.050 per Liter
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.14
IHSG Naik 1,27%, Asing Net Buy Tipis di Sesi 1
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.12
Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Group Hadirkan Kesenian Rakyat hingga Peduli NTT
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 13.12
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka Hari Ini, Cek Jadwal dan Syaratnya
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.08