Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BPS Tegaskan Desil Kesejahteraan Bukan Ukuran Tunggal Ekonomi, Ini Penjelasannya

Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa peringkat desil kesejahteraan bukanlah ukuran tunggal untuk menilai kondisi perekonomian sebuah keluarga. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil hanyalah pemeringkatan relatif yang menunjukkan posisi suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Oleh karena itu, angka desil harus dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam kesejahteraan, bukan sebagai ukuran absolut kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan keluarga.

Penentuan desil tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan keluarga, melainkan mempertimbangkan berbagai faktor secara bersamaan. Faktor-faktor yang diperhitungkan meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, hingga kondisi disabilitas. Amalia menekankan bahwa satu indikator saja tidak secara otomatis menentukan posisi desil sebuah keluarga. Misalnya, kepemilikan kendaraan, pekerjaan, daya listrik, tingkat pendidikan, atau satu jenis aset tertentu tidak menjadi penentu tunggal.

Dalam proses pemeringkatan, DTSEN (Desil Tingkat Kesejahteraan) menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang dapat diamati. Metode PMT ini juga digunakan secara luas di berbagai negara, terutama ketika informasi mengenai pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diperoleh atau diverifikasi secara lengkap.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait