Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kepala BPS: Desil Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi Warga RI

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bukanlah ukuran tunggal kondisi ekonomi sebuah keluarga, melainkan gambaran posisi relatif kesejahteraan keluarga dibandingkan yang lain. Keluarga dibagi ke dalam 10 desil, dengan Desil 1 sebagai kelompok paling rendah dan Desil 10 sebagai kelompok paling tinggi, berdasarkan berbagai karakteristik seperti kondisi rumah, sumber air, energi memasak, aset, listrik, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas. Penentuan desil menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) yang mempertimbangkan seluruh karakteristik secara bersamaan, sehingga perubahan pada satu faktor tidak otomatis mengubah posisi desil.

DTSEN dibangun dengan mengintegrasikan DTKS, P3KE, dan Regsosek, kemudian diperkaya dengan data administratif dan disinkronkan dengan data kependudukan. Penggunaannya diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, dengan BPS bertugas menyusun dan mengelola data tersebut. Desil berfungsi sebagai alat bantu pemerintah untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat berdasarkan posisi kesejahteraan relatif, bukan sebagai daftar otomatis penerima bantuan. Penggunaannya harus selalu dikaitkan dengan konteks program yang bersangkutan.

Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. BPS menyatakan bahwa pemutakhiran data dilakukan secara berkala melalui data administrasi, sensus dan survei, pembaruan dari berbagai instansi, pengecekan lapangan, dan partisipasi masyarakat untuk memastikan keakuratan informasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait