Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BPS Ungkap Alasan Desil Tak Selalu Cocok dengan Kekayaan Warga: Bukan Ukuran Kondisi Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa penentuan desil tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi absolut sebuah keluarga. Menurut Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, desil hanyalah ukuran posisi relatif keluarga dibandingkan rumah tangga lainnya berdasarkan kombinasi karakteristik sosial ekonomi, bukan indikator tunggal seperti pendapatan atau aset. Sistem desil membagi keluarga ke dalam 10 kelompok, dengan desil 1 sebagai kelompok kesejahteraan relatif terendah dan desil 10 sebagai tertinggi. Namun, keluarga dalam satu desil tidak memiliki karakteristik yang identik secara pasti.

BPS menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) untuk menentukan desil, yang menggabungkan berbagai karakteristik yang dapat diamati seperti pekerjaan, kepemilikan barang, dan daya listrik. Karena sifatnya yang kombinatorial, satu indikator tidak dapat menentukan posisi desil secara mandiri. Selain itu, desil bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Versi 3 Tahun 2026 per 10 Juli 2026 mencatat sekitar 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Data ini terus diperbarui melalui berbagai sumber seperti data administrasi, sensus, survei, serta pemutakhiran dari pemerintah pusat dan daerah. Masyarakat dapat memperbarui data keluarga melalui kanal Cek Bansos, aplikasi SIKS-NG, atau layanan Cek DTSEN BPS jika menemukan ketidaksesuaian.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait