Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

BRIN Dorong Deteksi Dini Karhutla Berbasis AI, Desa Jadi Tumpuan Pencegahan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan mendukung pengembangan sistem deteksi dini titik panas (hotspot) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Dukungan ini diberikan kepada Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) yang akan dibentuk. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pendekatan pencegahan presisi berbasis desa, yang melibatkan masyarakat desa sebagai mitra utama dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk melalui penguatan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (24/9/2026), Presiden juga menekankan perlunya solusi teknologi seperti water injection, pompa di tingkat desa, dan bahan alternatif untuk pemadaman kebakaran. Selain itu, pemerintah perlu memperhatikan aspek ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hidrologi gambut, yang diperkirakan berjumlah sekitar 41 juta orang. Solusi mata pencaharian yang dibahas meliputi sagu untuk jangka panjang (delapan tahun), kopi untuk jangka menengah, dan tanaman hortikultura untuk jangka pendek.

BRIN telah bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dalam pengembangan sistem deteksi dini dan akan memperbarui teknologi tersebut dengan AI yang lebih canggih. Penguatan kelembagaan di tingkat desa diharapkan berjalan paralel dengan pembentukan kelembagaan di tingkat nasional untuk mencapai pencegahan karhutla yang lebih efektif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait