BRIN Kembangkan Rumah Modular, Dibangun 14 Hari dan Siap Huni 30 Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4093791/original/062708800_1658226426-Renovasi-BRIN-Angga-1.jpg)
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi rumah modular yang menggunakan material lokal, seperti genteng dan panel bangunan. Dengan sistem interlock, rumah dapat dibangun dalam waktu 14 hari dan siap dihuni sekitar 30 hari, lebih cepat daripada metode konstruksi konvensional. Menurut Kepala BRIN Arif Satria, inovasi ini bertujuan menciptakan sistem konstruksi yang efisien, terstandarisasi, dan dapat diproduksi oleh industri nasional, serta ramah lingkungan. Pengembangan ini tidak hanya mempercepat penyediaan hunian, tetapi juga meningkatkan penggunaan material dalam negeri dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia melalui hilirisasi hasil riset. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi BRIN untuk mendorong industri konstruksi nasional agar dapat memanfaatkan teknologi lokal yang lebih berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Asosiasi Tunggu Detail Mekanisme Insentif Motor Listrik, Hanggoro: Siap Berdiskusi
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.25
Jawa Barat Bakal Jadi Pusat Industri Kendaraan Listrik Nasional
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 14.29
Indonesia Dapat Keuntungan Berlapis Bila Memproduksi Sendiri Kendaraan Listrik Nasional
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.35
Perusahaan Bikin 1 Juta Motor Listrik Dapat Insentif, Pemerintah Klaim Anggaran Ada
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.17