Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4492112/original/035966000_1688563809-WhatsApp_Image_2023-07-05_at_5.14.39_PM.jpeg)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menerima pengunduran diri Budiawansyah dari jabatan Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Corporate Secretary Ranty Astari Rachman mengonfirmasi bahwa pengunduran diri diajukan per 20 Agustus 2026 atas alasan pribadi dan keluarga, dan akan disetujui dalam RUPS mendatang. Manajemen menegaskan keputusan ini tidak mempengaruhi operasional, kondisi hukum, keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.
Sepanjang semester I 2026, Vale Indonesia mencatatkan lonjakan produksi nikel dalam matte. Pada kuartal II 2026, produksi mencapai 16.153 metrik ton, naik 19% dari kuartal sebelumnya (13.260 ton). Total produksi semester I 2026 mencapai 29.773 ton, meski sedikit di bawah periode yang sama tahun sebelumnya (35.584 ton).
Kinerja operasional menguat setelah rampungnya proyek pembangunan kembali Tanur Listrik 3 pada Juni 2026. Tiga hub pertambangan di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa berkontribusi pada peningkatan volume produksi dan penjualan bijih nikel. Pada kuartal II 2026, Blok Bahodopi menjual 1,07 juta wet metric ton (wmt) bijih nikel saprolit, sementara Blok Pomalaa mencatat lonjakan signifikan dari 89 ribu wmt pada kuartal I ke 1,26 juta wmt pada kuartal II 2026.
Bagikan
Berita terkait
Pendapatan Turun, Kok Rugi DOID Susut 37,48%? Ini Penjelasan Manajemen
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.10
Top 3: Lowongan Kerja Melalui Program ANTAM IMPACT
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 06.30
Budiawansyah Mundur dari Direksi Vale Indonesia
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.09
Vale Incar Nikel Tanamalia, PUSHEP Mempertanyakan Dasar Hukumnya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.00