Bukan Cuma Nikel, Airlangga Sebut Mineral RI Jadi Rebutan Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia memiliki peluang besar dalam rantai pasok energi global melalui pengembangan critical mineral. Komoditas seperti nikel, timah, bauksit, tembaga, emas, dan batubara dinilai strategis untuk mendukung hilirisasi dan transisi energi global. Kebutungan global terhadap mineral kritis terus meningkat seiring berkembangnya industri energi hijau dan kendaraan listrik.
Airlangga menekankan pentingnya hilirisasi yang didukung oleh energi bersih, andal, dan terjangkau. Sektor kendaraan listrik menjadi prioritas dengan potensi nilai tambah lebih dari 60 kali lipat, mencapai 5,91 triliun pada 2045. Indonesia juga memiliki potensi pasir silika untuk industri panel surya, mendukung kebutuhan energi bersih yang meningkat.
Dengan dominasi Tiongkok yang hampir mencapai 90% dalam pasokan critical mineral, Airlangga menyebut Indonesia sebagai alternatif strategis bagi negara-negara seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. ASEAN hanya memiliki satu negara dengan bahan baku mineral, yakni Indonesia, sehingga menjadikan momen emas bagi pengembangan sektor ini.
Bagikan
Berita terkait
Jababeka Gandeng Pertamina, Siapkan Energi Hijau untuk 2.000 Perusahaan
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 19.00
Video: Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI
CNBC Indonesia · 19 September 2026 pukul 14.00
Satu Dekade Mendorong Energi Bersih, SUN Masuki Fase Baru Elektrifikasi Industri Indonesia
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 05.00
Perubahan Pasar: Kendaraan Listrik Kini Lebih Terjangkau Dibandingkan Mobil Bensin
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.08