Satu Dekade Mendorong Energi Bersih, SUN Masuki Fase Baru Elektrifikasi Industri Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

SUN menandai satu dekade operasional dengan mengembangkan lebih dari 450 MW kapasitas energi surya melalui 400 proyek di 40 sektor industri di Indonesia, Australia, Vietnam, dan Thailand. Hingga 2026, proyek-proyek ini diperkirakan mampu mengurangi emisi CO₂ sekitar 244.549 ton per tahun, yang setara dengan penanaman 4,06 juta pohon.
Kini, SUN memasuki fase baru dengan memperluas solusi dari sekadar PLTS menjadi sistem elektrifikasi terintegrasi. Layanan baru ini mencakup penyimpanan energi, kendaraan listrik (EV), infrastruktur pengisian daya, dan sistem manajemen digital. Salah satu studi kasus pada distributor FMCG menunjukkan penggunaan truk listrik dapat menghemat biaya energi hingga 83,6% per perjalanan dan menurunkan total biaya operasional sekitar 15%.
Untuk jangka panjang, SUN memperkuat peran sebagai Independent Power Producer (IPP) dengan pipeline proyek lebih dari 40 MWp. Langkah ini bertujuan mendukung potensi energi surya Indonesia yang mencapai 3.200 GWp serta berkontribusi pada visi nasional pengembangan 100 GWp energi surya melalui kolaborasi dengan pemerintah, PLN, dan mitra industri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 16.35
1 Dekade Dorong Energi Bersih, SUN Masuki Fase Baru Elektrifikasi Industri RI
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 15.50
Pemerintah: Regulasi percepatan PLTS 100 GWp masih dibahas antar-K/L
Detik.com · 8 September 2026 pukul 10.30
Investasi Energi Bersih RI Naik-Turun, ESDM Ungkap Apa yang Terjadi
Berita terkait
Pengamat: Energi Bersih Harus Didukung, Bukan Diadang
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 20.44
Perubahan Pasar: Kendaraan Listrik Kini Lebih Terjangkau Dibandingkan Mobil Bensin
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 08.08
PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.10
Video:Prabowo Bangun PLTS 100 GWp, Pengusaha Minta Regulasi Dipermudah
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 11.47