Bukan Harga Kedelai, Ini yang Paling Dikhawatirkan Pengrajin Tahu dan Tempe
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga kedelai impor di tingkat pengrajin tahu dan tempe saat ini berada di kisaran Rp 11.100 hingga Rp 11.600 per kilogram. Namun, menurut para pelaku usaha, yang paling menjadi perhatian bukanlah kenaikan harga, melainkan ketersediaan pasokan kedelai yang konsisten. Ketersediaan pasokan menjadi kunci utama agar produksi harian tahu dan tempe dapat berjalan dengan normal. Tanpa pasokan yang stabil, pengrajin kesulitan merencanakan kebutuhan bahan baku, menghitung modal, dan menentukan volume produksi harian. Perbedaan harga kedelai antarwilayah tidak selalu mencerminkan kenaikan harga secara nasional, karena faktor seperti biaya transportasi, distribusi, kondisi geografis, akses logistik, dan gangguan lokal dapat memengaruhi harga yang diterima pengrajin di tiap daerah. Oleh karena itu, penyediaan pasokan yang andal dianggap lebih penting dibanding fluktuasi harga semata. Produksi tahu dan tempe yang berlangsung setiap hari membuat kelangsungan pasokan bahan baku menjadi faktor kritis dalam menjaga stabilitas usaha mikro pengrajin.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.35
Kepastian Pasokan Kedelai Faktor Penting Produksi Tahu Tempe
Berita terkait
Harga Kedelai Impor Naik, Begini Nasib Harga Tahu-Tempe di Pasaran
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.50
Perajin Tahu Tempe Beri Kabar Harga Kedelai Impor Naik, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.35
PTPN Group dan PT KUAB Kembangkan Ekosistem Kedelai Nasional
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 10.33
Hashim Sebut Pengembangan Kedelai Nasional Dukung Swasembada Pangan
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 14.53