Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar

Militer Iran menebar ranjau laut baru di sepanjang rute tidak resmi di selatan Selat Hormuz, menyusul serangan udara AS yang menewaskan dua awak kapal tanker. Penambahan ranjau ini memperparah krisis navigasi di jalur energi strategis yang telah diblokade sejak akhir Februari. Pusat komando militer Iran membenarkan aksi tersebut sebagai respons atas serangan AS ke Pulau Larak. IRGC melaporkan dua kapal tanker yang melintasi area ranjau berhasil dihentikan dan terbakar, namun seluruh kru berhasil menyelamatkan diri. Iran juga mengancam sanksi hukum terhadap perusahaan yang mengikuti rute dari Washington. Insiden ini terkait dengan kapal SIDR milik Bahri yang menewaskan dua pelaut Filipina pada Senin (31/8). Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez melaporkan 400 kapal dengan sekitar 6.000 pelaut masih terjebak di Teluk sejak konflik dimulai. Data IMO mencatat minimal 70 serangan terhadap kapal internasional selama enam bulan, menewaskan 19 pelaut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pekerja laut dan kelancaran pasokan bahan bakar global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait