Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Iran menebar ranjau laut baru di sepanjang rute tidak resmi di selatan Selat Hormuz, menyusul serangan udara AS yang menewaskan dua awak kapal tanker. Penambahan ranjau ini memperparah krisis navigasi di jalur energi strategis yang telah diblokade sejak akhir Februari. Pusat komando militer Iran membenarkan aksi tersebut sebagai respons atas serangan AS ke Pulau Larak. IRGC melaporkan dua kapal tanker yang melintasi area ranjau berhasil dihentikan dan terbakar, namun seluruh kru berhasil menyelamatkan diri. Iran juga mengancam sanksi hukum terhadap perusahaan yang mengikuti rute dari Washington. Insiden ini terkait dengan kapal SIDR milik Bahri yang menewaskan dua pelaut Filipina pada Senin (31/8). Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez melaporkan 400 kapal dengan sekitar 6.000 pelaut masih terjebak di Teluk sejak konflik dimulai. Data IMO mencatat minimal 70 serangan terhadap kapal internasional selama enam bulan, menewaskan 19 pelaut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan pekerja laut dan kelancaran pasokan bahan bakar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.28
Iran Klaim Ranjau Laut Baru Telah Ditebar di Selat Hormuz
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.24
Iran Serang Kapal Tanker Arab Saudi Tewaskan 2 Awak, Riyadh Murka
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.59
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 3 September 2026 pukul 17.39
Iran Cemooh Usulan Trump Ganti Nama Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump'
Berita terkait
Amerika Serang Pulau Larak demi Selamatkan Pelayaran Global dari Ranjau Iran
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.13
AS Serang Dua Peluncur Ranjau Laut Iran di Pulau Larak
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 07.00
45 Kapal Tanker Masuk Daftar Hitam Iran, Kargo Pelanggar Selat Hormuz Bakal Disita
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 22.18
Iran Tepis Klaim Ranjau di Selat Hormuz Telah Dibersihkan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 15.00