Bukan Pecah Kongsi! Pengamat Ungkap Strategi Mengejutkan Jokowi dan Prabowo yang Sebenarnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Hendri Satrio menilai langkah Joko Widodo bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan tanda perpecahan dengan Presiden Prabowo Subianto, melainkan strategi membangun jalur politik baru. Langkah ini dipicu perasaan terisolasi dan adanya tekanan politik terkait isu ambang batas parlemen (parliamentary threshold) serta berbagai kasus hukum yang menyerang Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka.
Kehadiran Jokowi di PSI bertujuan menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan. Meskipun PSI diuntungkan secara citra, Hendri menekankan bahwa peningkatan elektoral PSI untuk Pemilu 2029 tetap memerlukan kalkulasi politik lebih lanjut dan tidak terjadi secara otomatis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 22.47
Soal Manuver Politik Jokowi, Andreas PDIP: KTA Ditunjukkin, Ijazah Enggak
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 13.23
Jokowi Pamer KTA PSI, Said PDIP: Gua Urus Partai Sendiri
Detik.com · 30 September 2026 pukul 07.23
Jokowi Tak Masalah Ambang Batas Parlemen 8%, Politikus PDIP: Jangan Jumawa
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.02
Puan soal Jokowi Pamer KTA PSI: Alhamdulillah, Selamat untuk Pak Jokowi
Berita terkait
Jokowi Mulai Sadari 'Permusuhannya' dengan Prabowo: Makanya Pengumumannya di Jabar, Bukan Jateng
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 11.10
Sinyal Tinggalkan Prabowo, Jokowi Mulai Bangun Jalannya Sendiri dengan PSI
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 10.00
Alasan Jabar Jadi Tempat Jokowi Pamerkan KTA PSI, Ada Pesan ke Prabowo: 'Jangan Remehkan Saya, Saya di Kandangmu!'
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.21
PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.40