PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Oktober 2025, setelah hampir satu tahun menjadi anggota. Ia akan menjadi bagian dari Dewan Pembina PSI. Kehadiran Jokowi dievaluasi sebagai modal penting bagi PSI untuk Pemilu 2029, namun tantangan untuk mengubah popularitasnya menjadi kekuatan elektoral tetap besar. Direktur Trias Politik Strategis Agung Baskoro menyatakan PSI butuh sosok capres-cawapres seperti Dedi Mulyadi serta tokoh yang mampu menarik suara di daerah pemilihan. Partai harus membangun struktur organisasi, memperkuat jaringan hingga tingkat bawah, serta memastikan calon legislatif mempunyai daya tarik di masing-masing dapil demi Pemilu 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 22.47
Soal Manuver Politik Jokowi, Andreas PDIP: KTA Ditunjukkin, Ijazah Enggak
Detik.com · 28 September 2026 pukul 12.50
Jokowi Santai Merespons Wacana Ambang Batas Parlemen: Mau 5% Mau 8% Oke!
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 23.42
Grace Natalie Bicara Posisi Jokowi di PSI
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 21.33
Jokowi Tak Takut Ambang Batas 8 Persen, Ahmad Ali Minta Kader PSI Bangun Kekuatan dari Bawah
Berita terkait
Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Takut
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.29
PSI Soal Duet Gibran-Dedi Mulyadi: Kita Berharap ke Depan Masyarakat Tidak Perlu Lagi Menggoreng Itu
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 05.05
Soal Pembahasan Gibran-Dedi Mulyadi di Solo, PSI: Pak Jokowi Cuma Menitipkan agar Kami Lebih Cepat
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 04.56
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57