Bukan Senjata jadi, China Diduga Kirim Barang 'Pritilan' ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemasok asal China diduga mengirim 1.300 pengiriman komponen dwiguna ke Kementerian Pertahanan Iran pada Januari-Juni 2026. Komponen seperti elektronik, GPS, motor listrik, dan bagian mesin pesawat memiliki fungsi sipil tetapi dapat digunakan untuk pengembangan drone dan rudal. Pengiriman menggunakan ketentuan Pasal 119 kepabeanan Iran untuk pembebasan tarif pertahanan. Nilai total lebih dari 6 juta dolar AS, dengan satu pengiriman besar tiba 17 Juni 2026, bertepatan kesepakatan gencar senjata AS-Iran. China membantah memberikan dukungan militer resmi, mengklaim hanya mengontrol ekspor dan menentang sanksi perseorangan. Hubungan perdaganganya tetap erat, termasuk China yang menyerap 80 persen ekspor minyak Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 20.00
Trump Sesumbar Negara Komunis Ini Bakal Jatuh, China Pasang Badan
Detik.com · 29 September 2026 pukul 13.49
AS Larang Semua Maskapainya, Iran Mengadu ke PBB
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 07.33
Minyak Iran Bakal Habis dalam 2 Minggu, Menkeu AS: Mereka Tak Punya Apa-apa Lagi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 14.45
Garda Revolusi Iran Sita Drone Bawah Laut AS di Selat Hormuz
Berita terkait
China Kecam AS Larang Maskapai Iran Beroperasi: Sanksi Sepihak Ilegal!
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.20
Tok! Rusia dan China Veto Resolusi AS soal Iran di Dewan Keamanan PBB
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.10
Selain Minyak, Iran dan China Diduga Bahas Masalah Nuklir
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.18
Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.00