Bukan Soal Cadangan, Pemanfaatan Gas Domestik Butuh Infrastruktur dan Kepastian Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Potensi gas Indonesia yang besar belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik karena keterbatasan infrastruktur, kesenjangan lokasi sumber dengan pusat permintaan, struktur harga, dan ketidakpastian pasar. Pelaku industri hulu migas menekankan perlunya pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, di mana pengembangan lapangan, pembangunan infrastruktur, dan penyerapan pasar berjalan sekalin. Praktisi Migas Benny Lubiantara menyatakan bahwa ketersediaan infrastruktur dan pasar menjadi driver utama keekonomian proyek, sehingga tren eksplorasi global kini mempertimbangkan kedekatan prospek dengan infrastruktur yang tersedia atau dapat dikembangkan secara strategi Infrastructure-Led Exploration. Kebijakan juga perlu mendorong eksplorasi di wilayah unexplored basins melalui terobosan fiskal dan kebijakan yang meningkatkan keekonomian proyek.
Hadi Ismoyo menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi kunci agar gas dapat menjangkau pusat permintaan secara ekonomis. Jaringan pipa tetap menjadi tulang punggung distribusi, namun untuk wilayah yang secara geografis atau keuangan belum memungkinkan, alternatif seperti CNG, mini LNG, LNG, dan fasilitas regasifikasi dapat digunakan. Kepastian pasar—termasuk kepastian pembeli, volume penyerapan, formula harga, dan kontrak jangka panjang—diperlukan agar investasi infrastruktur dan keputusan pembiayaan dapat diambil dengan yakin. Gas harus memiliki harga yang kompetitif bagi industri pengguna, sekaligus memberikan keekonomian yang memadai bagi produsen dan investor.
Sinergi antara sektor hulu dan hilir dianggap penting agar lebih banyak potensi gas dapat dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. Hadi menyampaikan target agar 80–90 persen potensi gas yang secara teknis dan ekonomis memungkinkan dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Isu-isu terkait harga, kesiapan infrastruktur, kepastian penyerapan, dan keberlanjutan keekonomian proyek gas akan menjadi fokus dalam Forum Ekonomi Hulu Migas (FOREK) 2026, yang akan mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, penyedia infrastruktur, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membangun strategi bersama dalam pengembangan pasar gas domestik.
Bagikan
Berita terkait
Operasional PLTA Batang Toru Rp 21 Triliun Dipercepat
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 22.20
Pemkab Garut Dorong Pemenuhan 27.000 APJ dengan Teknologi LED
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.00
Andre Rosiade Serahkan Bantuan Rp 50 Juta untuk Bangun Masjid di Solok
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 18.47
Rumor Merger Mitratel dan Tower Bersama, Begini Dampak ke Industri
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 18.40