Bupati Situbondo Tegaskan Komitmen Jaga Sektor Tembakau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan komitmennya menjaga sektor pertembakauan sebagai prioritas, mengingat Situbondo merupakan daerah penghasil tembakau ketiga terbesar di Jawa Timur. Sektor ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi ribuan warga yang menggantungkan hidupnya pada industri ini.
Rio menilai kebijaman kebijakan pembatasan industri tembakau dapat berdampak negatif terhadap kehidupan warga, terutama karena belum tersedia lapangan kerja alternatif yang mampu menampung para pekerjanya. Ia menekankan pentingnya kepastian kebijaman pemerintah pusat dalam isu pertembakauan, sekaligus mengingatkan kontribusi signifikan sektor ini bagi negara, yang mencapai Rp218 triliun, bahkan melampaui sumbangan BUMN. Aturan baru seperti batas maksimal nikotin dan larangan perisa tambahan diancam dengan keberlangsungan IHT.
Untuk menjaga dinamika ekonomi, pemerintah daerah memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dalam berbagai program pembangunan, termasuk pembelian 38 unit ambulans untuk desa pada tahun sebelumnya dan alokasi Rp26,2 miliar untuk Dinas Kesehatan pada 2026. Rio juga mendukung investasi pembuatan pabrik rokok di Situbondo dan menggelar Hari Raya Tembakau sebagai bentuk apresiasi terhadap komoditas unggulan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
BPS Catat RI Alami Inflasi 0,21 Persen pada Agustus 2026
kumparan · 1 September 2026 pukul 11.30
Aturan Penyeragaman Kemasan Kemenkes Gerus Pemasukan Industri Periklanan
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.15
DPRD Kab. Bandung: Aturan Rancangan Permenkes Tembakau Tambah Beban Ekonomi ke Pemda
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 06.50
Harga Rumah Naik Tipis, Pekanbaru dan Banjarmasin Melonjak Paling Tinggi
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 12.12