Butuh Rp 2 Triliun buat Garap Ladang Garam 2.000 Ha di NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dengan total lahan 2.000 hektare. Dari lahan tersebut, 616 hektare sudah selesai digarap dan memasuki tahap produksi, sementara 751 hektare sedang dalam pembangunan tahap kedua. Proyek ini dilatarbelakangi kebutuhan meningkatkan produksi garam nasional yang saat ini rata-rata mencapai 1 juta ton per tahun. Dengan adanya KSIGN, pemerintah menargetkan produksi garam naik menjadi 2,5 juta ton pada 2026, 3,5 juta ton pada 2027, dan mencapai 5 juta ton pada 2029. Investasi yang diperlukan untuk pengembangan KSIGN seluas 2.000 hektare diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Selain itu, pemerintah juga membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk mengembangkan ladang garam di lokasi yang sama dengan luas tambahan 8.000 hektare.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.40
Siap-Siap! Tambak Garam Raksasa RI di NTT Panen Perdana November 2026
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.56
Tambak Udang Raksasa RI Seukuran 2.150 Lapangan Bola Beroperasi 2028
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.47
Pemerintah Targetkan RI Tak Impor Garam Lagi di 2029
Berita terkait
PT Garam dan ACWA Power Berkolaborasi Garap Proyek di Gresik
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 09.35
Target Investasi Rp2.041 T, BKPM Dorong Kemitraan Bisnis Besar-Lokal
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.34
Perusahaan Rp 6.200 T Melompat Jadi Rp 81.700 T Berkat Orang Ini
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 18.30
Bamsoet Usul KADIN Jadi Lembaga Non-APBN, Ini Alasannya
Detik.com · 2 September 2026 pukul 18.22