Siap-Siap! Tambak Garam Raksasa RI di NTT Panen Perdana November 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah RI mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dengan total area 10.764 hektare. Tahap pertama yang sudah selesai mencapai 616 hektare, sedangkan tahap II seluas 751 hektare sedang dalam pembangunan. Investasi untuk 2.000 hektare pertama mencapai Rp2 triliun. Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang melakukan uji coba produksi di lahan 616 hektare dengan target panen perdana November 2026.
Program ini mendukung target peningkatan produksi garam nasional dari 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, lalu 3,5 juta ton pada 2027, hingga mencapai 5 juta ton pada 2029. Pemerintah juga menargetkan swasembada garam pada 2029 dengan mengurangi impor dari 2,6 juta ton pada 2026 turun ke 2 juta ton, lalu 1 juta ton pada 2027, hingga nol pada 2029.
Dengan luas pantai terpanjang di dunia, ketergantungan impor garam dianggap ironi oleh pemerintah. Skema pengembangan meliputi kerja sama pemanfaatan wilayah 2.000 hektare dengan masyarakat serta investasi langsung investor untuk 8.000 hektare sisanya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 September 2026 pukul 12.59
Butuh Rp 2 Triliun buat Garap Ladang Garam 2.000 Ha di NTT
Detik.com · 2 September 2026 pukul 16.17
RI Bangun Sentra Industri Garam Nasional di NTT, Targetkan Setop Impor 2029
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.15
Chandra Asri Investasi US$800 Juta, Bidik Penghematan Impor Bahan Kimia Rp4,9 Triliun
Detik.com · 2 September 2026 pukul 13.18
RI Ditargetkan Tak Lagi Impor Garam 2029
Berita terkait
Selain Pengawasan Distribusi, Pemerintah Diminta Wajibkan Importir Garam Serap Produksi Lokal
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 03.44
Tambak Udang Raksasa RI Seukuran 2.150 Lapangan Bola Beroperasi 2028
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.56
Pemerintah Targetkan RI Tak Impor Garam Lagi di 2029
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.47
Video: Langkah Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan 280 Juta Penduduk RI
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 15.50